Page 1
Standard

Rumah Cita Kita Trip to Karawang ‘SMP Al Muslih’

IMG_8548Sabtu, 24 Oktober 2015 Rumah Cita Kita kembali melakukan aksi sosial berupa promosi kesehatan setelah kegiatan sebelumnya yang pernah dilaksanakan di Jogja, Garut, Situbondo, Jogja, Kuningan, dan kali ini Karawang menjadi kota berikutnya. Pemilihan lokasi saat ini masih di dasarkan pada kota-kota yang merupakan daerah asal Duta RCK dan program kegiatan disesuaikan dengan kondisi prioritas masalah kesehatan disana.

Kegiatan awal dimulai dengan mengunjungi salah satu Sekolah Menengah Pertama Al Muslih. Bentuk promosi kegiatan diantaranya adalah penyuluhan Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Reproduksi, Arti Remaja, Life Skill Education, sharing cita-cita dan mimpi, serta bermain peran. Selain itu adik-adik juga ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badannya. Kegiatan mulai meriah ketika para siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan mulai menuliskan hobi dan cita-cita mereka serta membaginya kepada teman satu kelompok dan kakak-kakak Duta RCK. Sungguh luar biasa, dibalik kepolosan dan keluguan mereka, terselip mimpi-mimpi besar yang patut diapreasiasi. Dengan mendengarkanIMG_8499
cerita, dan memberi motivasi kepada mereka adalah bentuk upaya dalam penguatan bawah sadar mereka agar tetap fokus dan berjuang meraih mimpi. Kegiatan selanjutnya yang tak kalah meriah adalah bermain peran. Ternyata mereka mempunyai bakat yang besar dalam memerankan peran sesuai karakter yang ditentukan. Bak artis ibukota mereka tak malu dan bahkan semangat untuk menunjukkan karya di kelompok mereka. Acara yang berakhir tepat pukul 12.00 siang ini ditutup dengan foto bersama para siswa bersama kakak-kakak Duta RCK.

Sampai berjumpa lagi adik-adik, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semuanya. Berbagi itu candu, semoga kami tidak pernah berhenti untuk berbagi. Sampai bertemu di kota lainnya adik-adik

IMG_8584

Standard

Sudahkah cuci tangan pakai sabun dan air mengalir?

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-Dunia (Global Hand Washing Day)

IMG_8045

Puncak acara perayaaan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-Dunia dilaksanakan hari ini Minggu, 18 Oktober 2015 di halaman Parkir Timur Senayan. Acara yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, WHO, UNICEF, dan beberapa mitra lain serta ribuan siswa sekolah dasar berjalan sangat meriah.

Acara dibuka oleh Kakak Lula Kamal sebagai pembawa acara serta dilanjutkan oleh serangkaian kegiatan sebagai berikut :

1. Pelepasan Balon oleh Ibu Menteri Kesehatan RI

2. Penobatan Duta Lingkungan Sehat (LS) dan Natural Leader (NL) oleh Ibu Menteri Kesehatan RI

3. Prosesi Cuci Tangan Pakai Sabun bersama Ibu Menteri Kesehatan RI

4. Pemecahan Rekor MURI : pembuatan puzzle raksasa logo HCTPS dengan material sabun batang

5. Flashmob Tarian CTPS oleh anak Sekolah Dasar

IMG_8237

Berdasarkan hasil riset WHO tahun 2005 diketahui perilaku cuci tangan pakai sabun dapat menurunkan kasus diare hingga 45 persen. Cuci Tangan Pakai Sabun juga mampu mencegah infeksi cacing, infeksi mata dan penyakit kulit. Selain itu, mencegah penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia. Sementara itu, berdasarkan Hasil riset kesehatan dasar tahun 2013 menunjukkan bahwa proporsi penduduk umur lebih dari 10 tahun yang berperilaku cuci tangan dengan benar di Indonesia meningkat dari 23,2 persen pada 2007 menjadi 47 persen pada 2013.

Kali ini saya diberi kesempatan untuk ambil bagian diacara positif ini. Sebagai perwakilan dari Rumah Cita Kita, saya bertugas untuk mendampingi adik-adik dari SDN Pondok Kopi 07. Mendampingi, memberikan semangat, mengajarkan beberapa contoh gerakan cuci tangan, dan aktif berdiskusi dengan guru pendamping membuat saya semakin dekat dengan mereka.

IMG_8211Berbagi itu candu. Semoga semangat berbagi ini terus ada dan bermanfaat bagi kita semua.

Standard

Senyum lansia, senyum kita

IMG_7986

Jumat, 16 Oktober 2015 adalah hari ketiga kami mendatangi posyandu lansia yang ada di Kecamatan Cimanggis Depok. Kami adalah salah satu kelompok Praktik Belajar Lapangan (PBL) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Kegiatan praktik ini yaitu suatu kegiatan wajib untuk menerapkan ilmu secara nyata di lapangan, mengidentifkasi permasalahan yang ada di masyarakat serta merupakan upaya untuk belajar mencari  solusi pemecah masalah. Selama lebih dari satu semester kita praktik di Puskesmas Cimanggis, melihat gambaran umum kegiatan di puskesmas, dan sebagai ahli tenaga kesehatan masyarakat kita dituntut untuk melihat celah masalah kesehatan yang ada dilingkup kecamatan Cimanggis.

IMG_7989Berdasarkan observasi, wawancara, dan analisis data yang ada, kami menemukan bahwa hipertensi pada lansia adalah salah satu penyakit yang masih tinggi angka kejadiannya. Berangkat dari masalah tersebut, kami membuat suatu penelitian kesehatan masyarakat guna mengukur tingkat pengetahuan lansia dan seluruh kader di posyandu lansia tentang seberapa besar tingkat pengetahuan mereka tentang hipertensi itu sendiri. Pada awal Oktober, kami selesai menyusun proposal serta kuiesioner dan pemilihan sampel untuk bahan penelitian ini. Terdapat 11 Poyandu Lansia di Kecamatan Cimanggis yang akan kami kunjungi untuk melakukan wawancara terkait pengetahuan terhadap hipertensi. Inilah serangkaian kegiatan kami, yang nantinya akan dilakukan analisis hasil dari kuesioner guna sebagai acuan dalam memilih intervensi apa yang cocok untuk menambah pengetahuan tentang hipertensi dan nantinya diharapkan dapat menurunkan angka kejadian hipertensi.

IMG_7999 copySelain kegiatan wajib, kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk pengabdian masyarakat yang nyata. Tak hanya tanya jawab seputar pertanyaan dikuesioner, saya pribadi merasa sangat bahagia ketika bisa berbagi senyum, keluh kesah secara langsung dengan para lansia. Tak segan mereka menanyakan tentang tips tips hidup sehat, bagaimana menjaga kesehatan dan bagaimana cara agar selalu berfikiran positif. Saya, yang berusaha memberi masukan dan semangat, bisa merasakan menjadi bagian dari mereka. Tak hanya dengan lansia, kader-kader yang sangat ramah tak segan berbagi ilmu, bertukar pendapat tentang masalah dilapangan dan kroscek ulang dengan ilmu yang kami dapat secara formal di bangku kuliah.

Standard

Magang di Komisi Perlindungan Anak Indonesia

logo-342

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) adalah lembaga negara independen yang dibentuk berdasarkan pasal 74 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tugas pokok KPAI yaitu melakukan sosialisasi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak, mengumpulkan data dan informasi, menerima pengaduan masyarakat, melakukan penelaahan, pemantauan, evaluasi, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak serta memberikan laporan, saran, masukan, dan pertimbangan kepada Presiden dalam rangka perlindungan anak.

Sebagai mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat, isu kekerasan terhadap anak merukapan salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang harus disoroti. Semakin meningkatnya kasus kekerasan anak baik fisik dan mental, di lingkungan keluarga, sekolah, maupun di masyarakat adalah suatu masalah yang harus segera ditangani dengan tepat. Berdasarkan hal tersebut, saya tertarik buat magang di KPAI guna mempelajari kasus-kasus nyata yang terjadi di masyarakat serta secara khusus menelaah manajemen data dan pelaporan di KPAI sesuai bidang peminatan saya yaitu biostatistik.

Magang di KPAI dimulai pada tanggal 1 September 2015 sampai 9 Oktober 2015. Persiapan magang dimulai dengan membuat surat permohonan dari departemen Biostatistik dan Ilmu Kependudukan FKM UI yang sudah saya urus sejak bulan Agustus. Pada akhir Agustus saya mendapat tanggapan baik dari KPAI yang kemudian mengijinkan saya untuk magang selama 1 bulan. Hari pertama magang dimulai dengan orientasi kerja KPAI secara umum dan perkenalan dengan staff. Dihari berikutnya saya diberi tugas untuk berada di bagian Pengaduan KPAI. Kebetulan saat itu terdapat 2 mahasiswa magang dari Jerman dan 2 mahasiswa magang dari Kriminolog UI. Suasanya sangat nyaman dengan disambut sangat hangat oleh staff yang berada di pengaduan. Saya langsung diajarkan bagaimana menerima pengaduan lewat telepon. Setelah saya mengerti dengan alur dan prosesnya, saya mulai berani untuk menerima pengaduan melalui telepon. Dari hal tersebut saya sangat terkejut karena dalam sehari pengaduan KPAI bisa menerima lebih dari 10 pengadu dari berbagai daerah dengan berlatar belakang kasus terkait anak. Dari bagian pengaduan tersebut saya mendapatkan pengalaman yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Betapa besarnya dan betapa parahnya kasus kekerasan yang terjadi di negara ini. Sungguh menyedihkan. Minggu selanjutnya saya diajarkan bagaimana menerima pengaduan langsung, melakukan mediasi antara pelapor dan terlapor. Dari pengalaman tersebut saya mendapat pelajaran dengan terjun langsung mendengar paparan masalah yang terjadi secara nyata. Minggu ketiga saya berpindah ke bagian front desk yaitu sebagai pintu utama segala jenis bentuk pengaduan diterima. Bagian data dan informasi merupakan tempat terakhir dimana saya belajar tentang manajemen data mulai dari bagaimana input data, proses pengolahan data, dan apa saja bentuk dari output data KPAI. Selanjutnya proses inti dari magang saya adalah pembuatan laporan sebagai output dari proses magang dan juga sebagai masukan saran di KPAI itu sendiri.

Terima kasih KPAI, semangat berjuang melindungi anak Indonesia.

Quote

#MelawanAsap

melawanasap

 

#MelawanAsap

Kami masih menunggu uluran bantuan untuk membantu saudara-saudara kita,

lindungi kesehatan mereka.

 

#MelawanAsap bersama Rumah Cita Kita

2015 N95 masks for Sumatra and Kalimantan

Kami mengajak teman – teman semua untuk berpartisipasi dalam “We Care to Kalimantan and Sumatra” dengan membantu menyalurkan masker N95 kepada saudara-saudara kita yang masih belum tersentuh bantuan.

Donasikan bantuan kalian dan bantu lindungi kesehatan saudara kita.

Sedikit bantuan kalian akan sangat bermanfaat bagi mereka.

📞 More info 0899-4232-264 (Rory)
💰 Donasikan melalui Rek. Mandiri 108 0005704 045 a.n Rory Pratiwi..

Do it now, help them to have free breath from smoke..

Rumah Cita Kita
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
#melawanasap ‪#‎savekalimantan‬ ‪#‎savesumatra‬