Menikmati Grab Car di Tiga Negara

 GrabCar-620x300-610x300 Akhir bulan Januari lalu diberi kesempatan lagi untuk bisa mengunjungi negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Pada tahun-tahun sebelumnya, tujuan berkunjung ke negeri tetangga ini hanyalah untuk sekedar jalan-jalan, ingin tahu, dan biar dibilang kekinian. Kali ini sedikit berbeda, bisa kembali menginjakkan kaki dengan menjadi salah satu panitia kegiatan Youth Excursion Malaysia-Singapura, 21-24 Januari 2016, yang alhamdulillah hampir tidak mengeluarkan biaya pribadi yang tidak wajar. Bergabung dalam meng-arrange kegiatan internasional untuk kali pertamanya bisa dibilang merupakan tantangan baru sekaligus kesempatan yang tak ternilai. Nah, dikarenakan jumlah panitia yang hanya 16 orang dan harus mengurus 94 peserta di negeri orang yang semuanya kami panitia yang bertanggung jawab dari persiapan acara, memilih tujuan kegiatan, menjemput peserta, dan memastikan semuanya berjalan dengan lancar. Salah satu yang sempet dipikir bakal menjadi kendala yaitu transportasi, karena tidak semua tempat di Malaysia dan Singapura dapat menggunakan public transportation seperti LRT/MRT, monorail, bus, sedangkan selaku panitia kami membutuhkan transportasi yang lebih fleksibel untuk melakukan survey lokasi kegiatan, tempat makan, dan lain sebagainya. Grab Car lah jawabannya. Sebelumnya, saya memang cukup sering menggunakan moda transportasi yang lagi hits seperti GrabCar, GrabBike, Gojek, Uber dan sejenisnya di Jakarta dan sekitanya karena bisa melengkapi transportasi umum lainnya dan tentunya bisa dibilang cukup hemat. Dengan menggunakan aplikasi yang sama yang sudah terinstal di handphone, untuk pertama kalinya saya memesan Grab Car di Malaysia dengan tujuan Hotel Sentral-Cyber Jaya. Dengan biaya sekitar RM25 atau sekitar 80 ribu rupiah kami diantarkan menuju lokasi tujuan yaitu MaGic (Malaysian Global Innoation and Creativity Center). Cukup murah, karena perjalanan yang kami tempuh menuju kesana kurang lebih 40 menit tanpa macet. Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan Taxi di Malaysia yang harus tawar-tawaran sekuat tenaga. Pengalaman serupa dirasakan di negeri singa. Dengan selisih kurs yang lebih mahal dibandingkan Malaysia, tentunya menggunakan Taxi di Singapura adalah sesuatu yang tidak akan dilakukan jika tidak dalam kondisi super terdesak. Dengan tiket penerbangan yang sudah dipesan dari SIN-CGK pada penerbangan pertama pagi hari, akhirnya saya dan kedua teman memutuskan untuk mencoba memesan Grab Car untuk kali pertamanya di negeri ini. SGD 21 tertera di layar aplikasi GrabCar dari tempat awal kita memesan di Hotel Boss (dekat dengan MRT Lavender) menuju Terminal 1 Changi Airport. Masih wajar sih harga segitu apalagi dibagi 3 orang dan cukup membantu dikala memerlukan kendaraan umum alternatif menuju Changi dinihari. FYI, Grab car ini bisa kita nikmati hampur diseluruh negara di Asia Tenggara. Semakin mudah bukan? Yuk negara lagi yang mau dicoba?

Leave a Reply