Page 1
Standard

Cegah Hipertensi bersama Kader Terlatih

IMG_9460Sabtu, 12 Desember 2015 adalah puncak dari rangkaian kegiatan Praktik Pengalaman Belajar di Puskesmas Cimanggis Depok. Sebelumnya kami yang beranggotan 10 mahasiswa dari berbagai peminatan di FKM UI sudah melakukan penelitian kecil-kecilan, dimulai dari observasi data, menentukan prioritas masalah, melakukan survei, analisis data dan membuat program intervensi.

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam 3 besar di Puskesmas Cimanggis. Hipertensi pada lansia merupan kasus tertinggi dibanding pada usia lain. Pemilihan hipertensi sebagai masalah prioritas salah satu alasannya adalah karena hipertensi itu sendiri dapat dicegah dengan pola makan dan gaya hudup baik. Dari 85 lansia dan 30 kader yang kami survey, 56,5% lansia mempunyai pengetahuan yang kurang baik tentang hipertensi, sedangkan pada kader yaitu 53,3%. Kader sebagai fasilitator bagi para lansia tentunya harus mempunyai bekal pengetahuan yang baik untuk menyalurkan informasi dan edukasi yang tepat kepada seluruh lansia.

IMG_9575

Berdasarkan hal tersebut, kami mengundang kurang lebih 30 kader untuk diskusi bersama dan pelatihan pemberian materi edukasi untuk bekal kader dalam melayani di setiap kegiatan di posbindu lansia. Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk memandu jalannya seluruh rangkaian kegiatan ini. Kegiatan ini ber tagline “Bersama Kader Terlatih, Mari Cegah Hipertensi!” Rangkaian Kegiatan  terdiri dari pemberian materi tetang hipertensi (definisi, pencegahan, pola makan, gaya hidup, dll). IMG_9668Kegiatan lain adalah peragaan gerakan senam/peregangan yang bisa dilakukan lansia setiap hari. Seluruh kader pun antusias mengikuti setiap gerakan yang diperagakan oleh salah satu anggota dari tim kami. Sebelumnya, kami memberikan soal pre test sebelum materi dimulai dan kemudian memberikan soal yang sama setelah pemberian materi. Tujuannya untuk melihat apakah ada peningkatan pengetahuan pasca pemberian materi.  Sesi berikutnya yaitu diskusi terkait kendala yang dialami oleh semua posbindu di bawah lingkup kerja Puskesmas Cimanggis. Diskusi berjalan sangat meriah dengan diikuti juga oleh perwakilan puskesmas untuk mencatat setiap kendala dan perbaikan program.

 

Acara yang dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00 membawa kesan positif bagi para kader maupun pihak puskesmas. Perwakilan peskesmas yaitu Bu Bidan Darti mengatakan bahwa sangat senang dengan kegiatan ini yang bisa mengumpulkan seluruh kader dalam satu kesempatan dan berbagi bertukar pengalaman. Disisi lain, kader merasa bahwa hari ini sangat bermanfaat, pengetahuan bertmbah dan mendapat ketrampilan tips dan triks untuk gerakan peregangan ringan yang benar yang bisa dilakukan oleh siapa saja setiap hari.

Standard

Desa Mandiri Purwakarta

Desa Mandiri Purwakarta adalah program kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Universitas Indonesia dan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat Purwakarta dalam mengatasi masalah yang terdapat di masyarakat, serta membantu meningkatkan potensi yang ada baik dari segi ekonomi, budaya, dan lainnya. Program yang diberi nama Program Desa Mandiri Berbasis Budaya di kab. Purwakarta ini merupakan suatu program berkelanjutan yang rencananya akan dicanangkan selama 3 tahun. Saat ini hanyalah langkah awal sebagai pencanangan perdana dan dimulainya bentuk kerjasama nyata ini.

Pada Sabtu, 14 November 2015, saya dan kurang lebih 30 mahasiswa UI dari berbagai fakultas yang ada mendapatkan training sebelum diterjunkan langsung di tiga desa yang ada di Purwakarta. Bangga dan syukur tak ternilai bisa bergabung bersama teman-teman yang hebat, dosen, dan seluruh tim lainnya. Ada tiga desa yang menjadi fokus lokasi program, Desa Pusakamulya, Desa Sumurugul dan Desa Nagrog. Selama tiga hari, pada tanggal 19-21 November 2015 kami berada di lokasi untuk melakukan pendekatan ke warga, data collecting, serta mencari potensi karya seni dan budaya yang ada disetiap desa tersebut.

Sebelumnya, penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta dan Universitas Indonesia dilaksanakan pada Rabu (11/2/2015) lalu.  Pemkab Purwakarta Gandeng UI Bangun 5 Desa Universitas Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, meminta kerja sama UI untuk membangun lima desa percontohan. Pembangunan dan pengembangan desa berbasis kultur akan dikembangkan di lima desa tersebut secara holistik. Lima desa yang dimaksud adalah Desa Pusakamulya di Kecamatan Kiarapedes, Desa Sumurugul dan Nagrog di Kecamatan Wanayasa, Desa Linggamukti di Kecamatan Darangdan, dan Desa Sukamulya di Kecamatan Tegalwaru. Ke depannya, Bapak Dedi Mulyadi menargetkan kelima desa itu menjadi desa adat yang seluruh kehidupannya berjalan mandiri dengan kekuatan potensi dan kulturnya. “Pertanian, pendidikan, sosio-kulturnya berjalan alamiah tanpa sentuhan modernitas sehingga nanti, ke depannya, potensi wisata desa ini akan berkembang sendiri,” tutur Dedi.

Sumber:

 

Image

Membuat Pop Up Dreams

Seperti postingan sebelumnya mengenai Pekan Berbagi Senyum bersama Rumah Zakat, saya menjanjikan untuk memberikan contoh sederhana bagaimana membuat Pop Up Dreams. Pop Up Dreams sendiri saya gunakan sebagai media motivasi diri untuk memicu diri sendiri dalam meraih tujuan dan cita-cita. Seperti hal lain yang  pernah saya buat, yaitu dreams book dan juga future plan dalam bentuk poster lebar yang ditempel dikamar, kali ini saya membuat media lain yang sebenernya fungsinya sama saja sih, cuma kali ini biar tidak bosan saja sembari melatih kreatifitas.

nah, bagaimana cara membuatnya?

Sangat sederhana. Simak ilustrasinya seperti dibawah ini ya.

 

1

2

3

4

 

5

6

 

Selamat mencoba. Mudah bukan? Bisa dikreasikan dengan gambar, tulisan, dan hiasan lainnya juga

Standard

Pekan Berbagi Senyum bersama Rumah Zakat

20151030100612_IMG_8892[1]Jumat, 30 Oktober 2015 sekali lagi menjadi hari penuh bahagia. Selain bisa berbagi pengetahuan dan ketrampilan, berbagi senyum adalah bentuk berbagi yang paling sederhana. Iya, hari itu saya diberi kesempatan untuk bergabung menjadi guru tamu dalam kegiatan Pekan Berbagi Senyum oleh Rumah Zakat.

Pekan Berbagi Senyum adalah kegiatan sosial yang dilaksanakan secara sukarela oleh masyarakat umum untuk berbagi ilmu yang mereka pahami dan kuasai kepada masyarakat di wilayah binaan RZ. Kegiatan ini pula menjadi sebuah media bagi donatur RZ untuk memiliki kesempatan berinteraksi langsung bersama para Penerima Manfaat (PM). Pekan Berbagi Senyum dengan tema “Pendidikan” kali ini dilaksanakan tanggal 18, 26 – 31 Oktober 2015. Pada tanggal 18 Oktober 2015 dilaksanakan Pekan Berbagi Senyum bagi peserta yang menjadi Mentor Tamu berbagi ilmu kepada anak juara yang dilakukan saat pembinaan. Pembinaan Anak juara dilakukan bagi anak-anak yang mendapat beasiswa pendidikan RZ. Sedangkan pada tanggal 26 – 31 Oktober 2015 dilaksanakan bagi peserta yang menjadi Guru Tamu memberikan ilmu kepada Siswa Juara yang bersekolah di Sekolah Juara binaan RZ.

Alhamdulillah, kali ini saya diberi kesempatan untuk menjadi salah satu bagian dalam kegiatan positif ini. SD Juara Jakarta Selatan adalah tempat saya berbagi. Pada awalnya saya yang masih minim akan ilmu, pengetahuan, dan pengalaman sempat ragu dan berfikir keras untuk memilih ide apa sebagai sarana berbagi kepada adik-adik. Dari kebimbangan tersebut saya teringat pada waktu SMA, bapak saya mengajarkan kepada saya untuk membuat dream book, sebuah buku yang berisi tentang cita-cita dan mimpi-mimpi saya. Entah kekuatan dari mana yang kemudian saya percaya bahwa kekuatan mimpi itu benar-benar ada ketika kita berani bermimpi, menuliskan mimpi kita, dan berbagi mimpi kepada orang lain. Berbekal dari pengalaman tersebut saya mempunyai ide untuk mengajarkan kepada adik-adik SD Juara Jaksel membuat pop up dreams. Media kali ini sedikit berbeda, karena cita-cita dibuat semenarik mungkin dalam bentuk pajangan pop up. Penasaran? lihat postingan berikutnya yaaa. Tidak hanya sebuah bentuk kerajinan tangan, akan tetapi lebih menekankan kepada membangun semangat mimpi adik-adik untuk berani bercita-cita dan berani bercerita tentang cita-citanya.

Kegiatan yang berlangsung selama satu jam tersebut menorehkan banyak cerita. Tak disangka adik-adik SD Juara Jaksel memiliki kreatifitas yang tinggi dan cita-cita yang patut untuk diapresiasi.

 

Standard

Rumah Cita Kita Trip to Karawang ‘Madrasah Diniyah Awaliyah Nurul Amal’

 IMG_8711Sabtu, 24 Oktober 2015 pukul 14.00 kegiatan Gerakan Inspirasi Mewujudkan Indonesia Sehat dilanjutkan di Madrasah Diniyah Awaliyah Nurul Amal. Pertama kali masuk ruangan, saya dikejutkan oleh semangat adik-adik dalam mengucapkan salam dan menyambut kedatangan kami dengan sangat gembira. Begitu bahagianya mereka ketika melihat sebuah proyektor yang terpasang didepan mereka yang menghasilkan gambar tampilan beberapa materi beserta video yang akan kami tampilkan. “Hei, hei kita mau nonton film itu lihat itu wow bagus”, celetuk salah satu siswa yang duduk di depan saya. Betapa lucu dan lugunya cara mereka membuka semangat semangat saya. Kali ini saya diberi kesempatan untuk menyampaikan materi tentang Cuci Tangan Pakai Sabun. Yang membedakan kegiatan kali ini dengan sebelumnya, para siswa tiada yang canggung dalam menirukan setiap gerakan yang saya peragakan. Bahkan mereka selalu menawarkan diri untuk maju kedepan untuk praktik langsung di depan teman-temannya. Sungguh terharu, bersyukur dipertemukan dengan malaikat-malaikat mungil penuh keceriaan. Materi selanjutnya yaitu tentang Kesehatan Gigi dan cara sikat gigi yang benar. Tak kalah dengan semangat pada materi pertama, tak ada bosan menyinggapi mereka ketika kakak-kakak Duta RCK mulai memperegakan cara sikat gigi yang benar. Pemberian materi tanpa diikuti praktik adalah hal kosong yang lewat begitu saja, maka dari itu kami sadar untuk melanjutkannya dengan melakukan praktik cuci tangan pakai sabun dan gosok gigi. Sebelumnya kami membagikan sikat gigi kepada seluruh siswa. Hal menarik yang saya temui lagi ketika adik-adik dengan polosnya menelan pasta gigi dan kemudian beberapa kali merayu kakak duta RCK untuk memberikan lagi. “Bu lagi bu, enak bu”, begitu ucap beberapa siswa dengan polosnya. Merekapun dengan semangat dan antusias menirukan gerakan cuci tangan yang dibarengi dengan praktik.

Jangan ditinggalkan gerakan CTPS dan gosok giginya ya adik-adik :)

IMG_8646IMG_8729